GAMBARAN UMUM

(DPMP2TSP)

Kabupaten Langkat

  • Gambaran Umum
  • Potensi Daerah
  • Peluang Investasi

Gambaran Singkat

Kabupaten Langkat adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Sumatera Utara dengan Ibu kotanya berada di Stabat. Nama Langkat diambil dari nama Kesultanan Langkat yang dulu pernah ada di tempat yang kini merupakan kota kecil bernama Tanjung Pura, sekitar 20 km dari Stabat.

Geografi

Kabupaten Langkat merupakan salah satu kabupaten yang berada di Dataran Tinggi Bukit Barisan, terletak di Bagian Barat Laut Provinsi Sumatera Utara, secara geografis berada pada koordinat 3014 4013 LU dan 97052 98045 BT. Secara administratif berbatasan dengan :

Sebelah Utara : Kabupaten Aceh Tamiang (Provinsi NAD) dan Selat Malaka

Sebelah Selatan : Kabupaten Karo

Sebelah Timur : Kabupaten Deli Serdang

Sebelah Barat : Kabupaten Aceh Tenggara/Tanah Alas (Provinsi NAD)

Kabupaten Langkat terdiri dari 23 Kecamatan dan 240 desa serta 37 kelurahan dengan Ibukota Kabupatennya adalah Stabat. Kecamatan Pematang Jaya merupakan Kecamatan terjauh dari Ibukota Kabupaten, sedangkan Kecamatan Wampu adalah Kecamatan dengan jarak terdekat dari Ibukota Kabupaten. Luas wilayah Kabupaten Langkat adalah 626.329 Ha atau sekitar 8,74% dari luas Provinsi Sumatera Utara yang mencapai 7.168.000 Ha.

Topografi

Wilayah Kabupaten Langkat mempunyai topografi yang sebagian merupakan dataran rendah ada juga yang bergelombang, berbukit sampai dengan bergunung, dengan ketinggian antara 0 m dpl s/d 1.200 m dpl dengan garis pantai sepanjang 110 Km. Kondisi topografi di bagian Timur Laut Kabupaten Langkat berada disepanjang pantai Selat Malaka relatif datar kecuali daerah perbukitan di bagian Timur laut disekitar Brandan Barat dan Gebang. Daerah tersebut rata-rata memiliki ketinggian 0 - 4 m dpl, yang meliputi Kecamatan Pematang Jaya, Pangkalan Susu, Brandan Barat, Babalan, Gebang, Tanjung Pura dan Secanggang.

Semakin ke Barat serta di bagian Barat Daya relatif datar sampai berbukit dengan ketinggian 0 - 30 m dpl. Daerah tersebut meliputi Kecamatan Stabat, Binjai, Hinai, Sei Wampu, Padang Tualang, Selesai, Sawit Seberang, sebagian Sei Lepan, Sebagian Besitang, Sebagian Kuala, dan Sebagian Sei Bingai. Daerah yang berbatasan dengan Tanah Karo, Aceh Tenggara dan Gayo Lues bergelombang sampai bergunung yang relatif terjal, dengan ketinggian antara 30 1200 m dpl. Daerah tersebut merupakan Hutan Lindung kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Kecamatan yang termasuk daerah tersebut sebagian Besitang, Sei Lepan, Bahorok, Batang Serangan, Salapian, dan Sei Bingai. 2.1.3 Tata Guna Lahan Penggunaan lahan di Kabupaten Langkat terbagi menjadi kawasan hutan lindung dan kawasan budidaya. Kawasan hutan lindung seluas 280.644 Ha (43,87%) dan kawasan budidaya seluas 345.685 Ha (56,13 Ha). Dimana kawasan TNGL seluas 216.047,20 Ha (67,28%), Kawasan Suaka Margasatwa Langkat Timur Laut seluas 9.520 Ha. (3,58%) dan kawasan hutan lainnya seluas 55.077 Ha (29,14%). Penggunaan lahan untuk kawasan budidaya perkebunan seluas 195.263 Ha atau sekitar 31,22% dari luas Kabupaten Langkat. Perkebunan yang mendominasi adalah perkebunan rakyat dengan total luas areal sekitar 14,90%, kemudian adalah perkebunan negara sekitar 10,30%, selanjutnya adalah perkebunan nasional dengan total luas areal sekitar 4,30% dan perkebunan asing sekitar 1,72% dari luas Kabupaten Langkat, Tegalan/Kebun 36.348 Ha atau sekitar 5, 81%, Ladang mempunyai luas RKPD KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2015 II - 3 - 7.900 Ha atau sekitar 1,26%, Tambak/Kolam seluas 4.324 Ha atau 1,15% dari luas Kabupaten Langkat, luas areal persawahan 43.805 Ha atau sekitar 7% dari luas Kabupaten Langkat, serta penggunaan lahan lainnya seluas 54.260 Ha atau sekitar 8,66% dari luas Kabupaten Langkat. (Dinas Pertanian Kab. Langkat).

A. BIDANG USAHA UNGGULAN LAYAK DIKEMBANGKAN

Hasil dari penelaahan potensi yang ada di Kabupaten Langkat dengan prioritas pembangunan daerah serta keterkaitan antara sektor pertanian dengan sektor industri, menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi atau industri yang termasuk layak untuk dikembangkan.

1. Pengolahan minyak goreng dan oleokimia

Pengolahan minyak goreng dan oleokimia dipilih sebagai bidang usaha yang layak dikembangkan karena karena di wilayah Kabupaten Langkat terdapat banyak kebun dan pabrik pengolahan kelapa sawit. Hasil CPO dari pabrik pengolahan yang tentu saja tidak semuanya diekspor, oleh sebab itu pengoahan lanjutan merupakan alternatif yang dianggap tepat karena akan memberikan nilai tambah bagi produk tersebut.

2. Industri pengolahan buah-buahan

Banyaknya produksi buah, terutama jeruk dan rambutan, yang bersifat musiman memerlukan suatu penanganan hasil yang tepat, sekaligus bermanfaat bagi petani dan atau produsen buah. Pabrik pengolahan dalam bentuk terpadu, artinya pabrik tersebut mampu mengolah buah berbagai jenis dengan berbagai bentuk produk akan sangat tepat bagi pengembangan ekonomi daerah.

3. Pengusahaan ikan kerapu

Ikan kerapu adalah ikan yang harus dibudidayakan dengan syarat tertentu, terutama kedalaman dan keadaan airnya. Artinya tidak setiap daerah sesuai untuk budidaya ikan kerapu. Pangsa pasar ikan kerapu memiliki segmen pasar tersendiri, terutama ekspor. Pengembangan ikan kerapu akan menambah tingkat kesejahteraan bagi nelayan ikan kerapu dan keluarganya.

4. Pengusahaan tambak udang windu

Tambak udang merupakan suatu usaha yang memiliki keunikan tersendiri, sehingga memerlukan suatu sentuhan dan manajemen khusus. Modal yang besar dengan resiko yang juga besar sangat sebanding dengan nilai ekonomi yang dapat dihasilkan. Pengembangan udang windu jenis tiger merupakan suatu pilihan yang tepat bagi daerah pesisir Langkat.

5. Industri pariwisata

Keindahan dan potensi alam yang ada di sekitar Bohorok sudah terkenal di dalam maupun luar negeri. Pengembangan obyek wisata sekitarnya yang sangat potensial akan mendorong pengembangan daerah sekitarnya menjadi suatu kawasan agrowisata yang baik.

B. IDENTIFIKASI BIDANG USAHA POTENSIAL

Komoditi dan kegiatan ekonomi yang menonjol saat ini untuk daerah Langkat dan mempunyai prospek untuk dikembangkan lebih lanjut. Kegiatan ini dianggap mempunyai peluang untuk pengembangan karena produksinya cukup besar, arealnya luas, dan ketersediaan sumber daya memungkinkan.

1. Komoditi perkebunan

Pengusahaan tanaman perkebunan di Kabupaten Langkat terdiri dari tanaman rakyat dan perkebunan besar swasta atau PTPN. Tanaman perkebunan yang banyak diusahakan rakyat adalah kelapa sawit, karet, kakao, kelapa dan kopi.

2. Buah-buahan

Kabupaten Langkat memiliki potensi buah-buahan yang sangat banyak terutama rambutan. Buah rambutan adalah buah yang bersifat musiman dan pada bulan tertentu mencapai puncaknya. Produksi buah rambutan pada satu musim mencapai 8.000 ton dengan sebaran pada saat puncak mencapai 1.000 ton perbulan. Pola produksi ini menyebabkan harga komoditi ini sangat fluktuatif, sehingga perlu dibuat suatu industri pengolahan buah untuk memproses pada saat produksi puncak tercapai.

3. Perikanan

Potensi pantai dan laut sangat sesuai untuk pengusahaan perikanan di Kabupaten Langkat, terutama udang dan ikan air dalam (Kerapu). Bidang usaha tambak sangat strategis untuk dikembangkan sebab melibatkan 450 petani dengan luas tambak 1.600 Ha. Luasan lokasi yang sesuai untuk tambak 10.000 Ha, sehingga peluang di bidang tambak masih terbuka. Di Kabupaten Langkat terdapat pula laut yang sangat ideal untuk pengusahan ikan kerapu merupakan bidang usaha yang patut dibudidayakan. Lokasi budidaya ikan kerapu adalah Pulau Sembilan di Kecamatan Pangkalan Susu dan Pulau Kampar di Kecamatan Sei Canggang.

Owned by akbar dravinky
Owned by akbar dravinky